Kolam Pemancingan Ikan Nilem

Selasa, 08 Mei 2012


Salam Strike,
Sebelum membahas mengenai umpan ikan nilem, saya ingin mengulas sedikit mengenai pemancingan ikan nilem. Di Tasikmalaya memang sudah tidak diragukan lagi mengenai kolam pemancingan ikan nilem, kini semakin banyak bermunculan kolam-kolam pemancingan  baru dimana-mana. Seperti untuk daerah Tasikmalaya Timur : Tihang 4 Manonjaya, Petir, Ciherang Awipari,  Cikatuncar, Nagrog, Purbaratu.  Tasik Kota : Burujul, Benda, Batalengsar, Cigeureung (Pak Koko). Tasik Barat : Leuwi Urug, Aboh, Curug Tangkil, Langkob, Brunggenis. Tasik Selatan : Cikokol, Citutut, Cikunir Singaparna, Untuk daerah Ciamis : KalapaNunggal Sindangkasih, Mandalika Cikoneng, Banagara, Galuh Ciamis, dan banyak lagi yang belum saya ketahui dan kunjungi. Sedangkan dari segi umpan banyak sekali bahan-bahan yang biasa digunakan, mulai dari roti tawar yang diberi mentega kemudian dikukus, nasi/gigih yang ditumbuk halus dan diberi amis bulus (minyak kuya), atau daun singkong yang masih muda (pucuk). Namun seiring berjalannya waktu, umpan diatas sudah ditinggalkan, tidak pernah dipake lagi karena memang kurang bagus. bahkan ada sebagian pemancingan di daerah kota Tasikmalaya, sudah tidak diperbolehkan lagi, namun kalau ke daerah masih ada yang pakai (biasanya pemula yang belum tahu umpan). Sedangkan untuk joran menggunakan fiber yang kecil dengan panjang bervariasi dari 1.80 M - 2.1 M (plus pengangan/gagang). Untuk line menggunakan No. 0.10 (untuk ikan lokal) sedangkan untuk ikan cirata menggunakan 0.12 - 0.14. Untuk kail menggunakan no. 0.3 - 0.5 untuk ikan lokal, dan no. 0.8 - 2 untuk ikan cirata. Pelampungnya pun khusus untuk ikan nilem berbentuk bulat panjang dan kecil sekali, hampir sebesar sapu lidi. Kembali ke pembahasan mengenai umpan ikan nilem, sebagai pengganti dasar umpan sekarang menggunakan tempe dan kue pasri. Namun bahan dasar diatas hanyalah media untuk mencampur essen/tetes yang merangsang ikan strike. Bila essen-nya bagus maka bagus pula umpannya. Sedangkan untuk tetes/essen banyak sekali yang menggunakan, mulai dari bibit essen buah-buahan yang dicampur menjadi satu. Ada pula yang menggunakan essen yang sudah siap pakai yang banyak dijual di toko-toko pancing. Namun keputusan kembali lagi kepada pemancing, apakah mau menggunakan essen racikan atau yang sudah jadi. Namun bagi sebagian orang meracik sendiri essen merupakan sebuah kebanggaan dan kesenangan tersendiri. Namun bagi sebagian orang hal ini hanya membuang waktu, tenaga dan uang. Karena untuk essen racikan juga sekarang sudah banyak yang jual, dengan nama yang bervariasi : ada myng, whd, twty (lucu-lucu namanya), atau beli yang sudah jadi di toko pancing. Sekali lagi keputusan ada di masing masing pemancing apakah mau menggunakan yang mana, yang menurut pemancing cocok dengan selera. Sekarang untuk lebih jelasnya kita akan membahas mengenai cara pembuatan umpan keduanya tersebut :

1. Umpan tempe :   
Umpan yang dibuat dari tempe, sangat cocok untuk ikan lokal, karena untuk ikan cirata kurang bagus (berkali-kali saya coba hasilnya tidak menggembirakan dapat 2 - 3 ekor saja, sudah bagus). Tapi pada kasus yang khusus, menggunakan tempe untuk ikan cirata kadang bagus (mungkin tergantung cuaca dan keadaan air kolam). Namun untuk ikan lokal jangan ditanya deh nich umpan tempe kalau udah neter, yang lain, kiri + kanan dandepan lapak kita cuma nonton kita narik ikan. Bahkan sampai maghrib pun ikan masih makan. Mantap dech.
Namun kelemahannya adalah pada cara pembuatannya yang memerlukan waktu yang lama (tidak praktis). 
Untuk membuat umpan tempe inilah cara pembuatannya : 

    - Bahan- bahan yang diperlukan adalah : Tempe kualitas bagus, kue klik/nasi, minyak aman
      (ada aman netral, ada juga yang beraroma (warna hijau + merah), esen amis.
      Cara pembuatan :
      Iris-iris tempe seberat 100Gram (kurang lebih setengah batang tempe) Rp.1.000 - 1.500,-
      Kemudian goreng tempe setengah matang, angkat dan tiriskan, kemudian digerus hingga
      halus, tambahkan kue klik setengah lembar, atau bisa juga menggunakan sedikit nasi yang  
      dihaluskan supaya umpan tidak cepat habis ketika kita lempar dan berada di dasar kolam.
      Tambahkan minyak aman 1 tutup botol minyak aman (hitam), yang gak suka pake
      aman juga tidak apa-apa, bisa pake minyak sawit 1 sendok teh,  kemudian aduk hingga rata.
      Setelah itu tambahkan tetes/essen yang biasa anda gunakan, biasanya kalau dari bibit yang 
      dicampur cuma pake 1 atau 2 tetes. Namun kalau menggunakan essen yang sudah jadi (dijual 
      ditoko) pake 4 tetes.. Jumlah tetes yang digunakan adalah 4 tetes (keseluruhan 
       termasuk amis ), bisa tortue, hiu, coya-coya, lele, gurame) atau menurut selera anda
       mana yang paling cocok.
    - Setelah diberi tetes, aduk sampai rata, kemudian masukan kantong plastik dan kukus selama
      kurang lebih 15 menit. Angkat dan tiriskan, setelah dingin masukan kantong. umpan siap
      digunakan.

2. Umpan Pasri :
    Pasri adalah kue malkist creakers yang diberi pasta ditengahnya, kemudian diopen supaya
    kering, merk yang biasa digunakan ialah interpuf (karena lebih berminyak dan wanginya enak).
    Dasar ini bisa ac/dc karena untuk ikan lokal bagus apalagi untuk cirata sangat cocok sekali.
   Namun pernah saya out of stock (mau lebaran) tidak ada yang jual pasri, saya pake malkist 
   creakers yang digoreng/dicelup ke minyak panas sebentar saja, hasilnya lumayan lah, tapi 
   masih jauh, belum bisa menandingi si kue pasri tadi (lumayan daripada gak bisa mancing).
   Kelebihan dari dasar ini adalah ekonomis dan praktis (perlu waktu  5 - 10 menit bikinya).
 - Bahan-bahan : Kue Pasri (merk inter puff),  banyak dijual di warung-warung dan pasar
     sebanyak 2 bungkus. Buang semua gula yang menempel di kue tersebut, kemudian
     rendam di dalam air mendidih, sebentar saja (terlalu lama mengakibatkan pasri lembek
     dan tidak bisa ditempel ke kail/lengket di tangan). Kemudian haluskan sampai halus
     tambahkan sedikit aman netral (yang tidak suka pake aman juga tidak apa-apa). Minyak
     aman membuat umpan enak ditempel di kail). tambahkan essen sebagaimana dibahas
     pada cara pembuatan umpan tempe. Namun untuk pasri jumlah tetes dikurangi menjadi
    total keseluruhan 1 - 2 tetes untuk essen racikan, sedangkan untuk essen yang sudah jadi
    menggunakan 2 - 2.5 tetes tergantung kedalaman kolam (lebih dalam lebih banyak
    tetesannya. Namun jumlah tersebut tidak mutlak tergantung kolam pemancingan dan 
    lawan kita yang pake essen (keras / lemah). Sesuaikan saja. Ingat untuk kue pasri tidak
    perlu dikukus. Setelah essen dicampur masukan kantong plastik, umpan siap digunakan
    praktis dan ekonomis bukan.

Demikian pembahasan dari saya mengenai umpan ikan nilem. Mudah-mudahan bisa mejadi jawaban bagi yang sedang mencari resep umpan ikan nilem. Atau bagi anda yang punya ide atau  mau kasih saran/kritik  atau sekedar sharing dan bertanya, Silahkan tinggalkan komentarnya.
Terima kasih. Semoga bermanfaat.